Rabu, 07 Desember 2011

SELAMATKAN !! ORANG UTAN DARI KEPUNAHAN...!!!!!!?

 
       Orang hutan merupakan binatang khas pulau Kalimantan dan juga ada di pulau Sumatra yang keberadaannya semakin hari semakin jarang lagi ditemukan di alam bebas (hutan rimba). Tidak menutup kemungkinan binatang tersebut akan punah dalam beberapa tahun yang akan datang apabila masyarakat dan pemerintah setempat tidak ikut memelihara dan menjaga lingkungan sebagai tempat orang hutan tinggal dan berkembang biak. Orang hutan merupakan binatang mamalia (menyusui) yang hidupnya kebanyakkan berada di atas pohon namun sekali-kali juga dapat turun ke tanah. Seekor induk betina hanya melahirkan satu ekor anak saja apabila proses kelahiran tiba. Berbeda dengan binatang seperti kucing, monyet, anjing apabila proses kelahiran tiba yang dapat melahirkan lebih dari satu ekor anak. Hal tersebut juga yang membedakan..
orang hutan dengan binatang lainnya sehingga perkembangbiakannya bisa dibilang lambat bila dibandingkan dengan binatang lainnya. Kepunahan terjadi apabilaa antara angka kelahiran dengan angka kematian yang tidak seimbang. Angka kematian bisa disebabkan oleh perburuan liar, pembalakan hutan, ladang berpindah-pindah, pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit sehingga tidak ada lagi hutan yang tersisa sebagai tempat hidupnya.
        Memang tidak bisa dipungkiri juga bahwa banyak orang hutan meninggal yang menjadi keganasan para pemburu setempat.

           Para penebang liar juga merupakan penyebab rusaknya hutan sebagai tempat tinggal orang hutan. Tapi kerusakan yang disebabkan oleh pembalakkan liar tidak terlalu besar akibatnya apabila dibandingkan dengan kerusakan yang disebabkan oleh hadirnya perusahaan perkebunan kelapa sawit yang banyak menggunakan alat-alat berat seperti traktor, loader, dkk. Para penebang liar biasanya menggunakan mesin gergaji yang biasanya dinamakan chain Saw. Para penebang ini biasanya hanya menebang beberapa pohon saja dengan ukuran diameter yang dipilih. Kayu hasil tebangan tersebut dipotong-potong lagi menjadi empat meteran. Untuk mengeluarkan kayu tersebut dari hutan menggunakan bantuan colt disel (bak bentuk huruf L) dengan dibuat jalannya menuju ke tempat pengolahan kayu masak. Kecepatan kerusakkan yang disebabkan tidak terlalu parah mengingat dalam pengerjaannya dilakukan dengan tenaga manusia. Namun hal tersebut tetap merupakan tindakan yang melanggar hukum karena merusak hutan. Kalau mereka para pembalak liar dipermasalahkan, mengapa dengan para pemodal untuk pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit dilegalkan?

         Menurut saya hanya orang-orang yang memiliki modal besar yang dapat membangun sebuah perusahaan besar untuk perkebunan sawit. Rakyat kecil jangankan membangun sebuah perusahaan untuk memenuhi makan sehari-hari saja sudah sulit, itu juga yang menjadi alasan mengapa mereka menebang hutan lebih disebabkan karena faktor ekonomi masyarakatnya yang masih sulit.

        Hadirnya alat-alat berat pada pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit yang menyebabkan kerusakkan hutan lebih cepat. Hal ini menyebabkan hutan tidak ada lagi yang tersisa yang menjadi habitat asli orang hutan. Kecepatan rusaknya hutan bisa sepuluh kali lebih cepat ataupun lebih bila dibandingkan dengan para pembalak liar atau dari para petani yang berpindah-pindah.

Upaya-upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan orang hutan dari kepunahan yaitu :
  1. Harus menjaga dan melindungi hutan.
  2. Harus menjaga keaslian hutan sehingga orang hutan dapat hidup dan berkembang baik seperti tempat habitat aslinya.
  3. Harus menyediakan tempat yang nyaman bagi orang utan, dan menyediakan berbagai fasilitas untuk merawat apabila ada orang hutan yang sakit. Atau apabila ada orang hutan yang baru masuk juga disiapkan tempat karantina. Setelah itu baru dilepas ke alam bebas tetapi tetap dalam pengawasan.
    Hmmm.... mungkin masih banyak lagi hal-hal lain yang bisa kita lakukan. Hal tersebut merupakan tugas kita bersama untuk ikut serta melestarikannya. Caranya bisa dengan menjaga hutan disekitar kita, menanami hutan kembali, menjaga dari kebakaran yang terjadi setiap tahunnya pada saat musim kemarau.


Ayoooooo indonesiaaa pastii bisaa,, tunjukan semangat dan keperdulian mu terhadap alam,,,,,,

Jumat, 02 Desember 2011

EKOLOGI TUMBUHAN .... " PRESENTASI 1 "

Hasil Resum Diskusi Kelompok 1 yang berjudul “ PENGERTIAN DASAR DALAM EKOLOGI TUMBUHAN “
Tempat diskusi di ARBORETUM pada tanggal 29 November 2011

     Ekologi adalah ilmu yang mempelajari antara interaksi manusia dengan lingkungannya. Sedangkan ekologi tumbuhan merupakan ekologi sebagai ilmu dan tanaman sebagai objeknya. Ekologi Tumbuhan tidak akan lepas dari autekologi dan sinekologi. Autekologi yaitu ekologi yang mempelajari suatu spesies organisme atau organisme secara individu yang berinteraksi dengan lingkungannya. Contoh autekologi misalnya mempelajari sejarah hidup suatu spesies organisme, perilaku, dan adaptasinya terhadap lingkungan, sedangkan Sinekologi yaitu ekologi yang mempelajari kelompok organisme yang tergabung dalam satu kesatuan dan saling berinteraksi dalam daerah tertentu. Misalnya mempelajari struktur dan komposisi spesies tumbuhan.

Kelompok 2 dengan judul “ TUMBUHAN DALAM LINGKUNGAN “
Hasil dari diskusi ini adalah :

     Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.


     Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikroorganisme (virus dan bakteri).
faktor pembatas adalah existensi suatu keadaan yang menjadi patokan untuk membatasi suatu lingkungan dari suatu keadaan. faktor yang mempengaruhi penyebaran tumbuhan ada beberapa yaitu : suhu, udara, iklim, cahaya, kesuburan tanah, kelembapan tanah, dll.

   Pertumbuhan organisme yang baik dapat tercapai bila faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan berimbang dan menguntungkan. Bila salah satu faktor lingkungan tidak seimbang dengan faktor lingkungan lain, faktor ini dapat menekan atau kadang-kadang menghentikan pertumbuhan organisme. Faktor lingkungan yang paling tidak optimum akan menentukan tingkat produktivitas organisme.